System saraf Platyhelimthes

System Syaraf Platyhelminthes
===============================
BannerFans.com ImageChef Custom Images
===============================

System Saraf Platyhelminthes. Platyhelminthes atau cacing pipih sudah memiliki organ-organ sederhana  seperti faring yang bersifat moskular, oseli, dan organ-organ yang lebih kompleks misalnya organa genitalia ekspreturia tetapi masih memiliki gastro-vaskuler seperti pada Coelenterata, dengan hanya satu muara keluar yang berfungsi sebagai mulut dan anus.

System saraf platyhelminthes dapat di jelaskan sebagai berikut :
Susunan Syaraf Planaria (Dugesia) terdiri atas dua dua ganglion yang berada pada daerah kepala. Pada setiap ganglion ini terdapat sebuah berkas/simpul saraf, yang memanjang ke caudal sepanjang bagian lateral tubuh. Tiap-tiap berkas  saraf ini bercabang-cabang lagi menjadi cabang-cabang kecil menuju  keseluruh bagian tubuh.
====================
bisnis paling 
gratis
Mau penghasilan tambahan dari nge blog?
Klik banner, Daftar gratis !
==================
Kedua berkas saraf dihubungkan satu sama lain oleh banyak cabang melintang  sehingga keseluruhannya akan membentuk bangunan  tangga dan dengan cabang-cabang melintang sebagai anak tangganya. Di samping bintik mata, sel-sel tersebar diseluruh permukaan tubuh. Sel-sel ini mungkin mengalami  spesialiasasi  untuk berbagai fungsi seperti reseptor terhadap rangsangan sentuhan dan suhu.
Pada Planaria (Dugesia) kemoreseptor terletak di dalam ujung syaraf pada seluruh permukaan tubuh, terutama di daerah kepala pada bagian  yang menonjol ke lateral samping yang disebut auricula. Setiap reseptor ini terletak di dalam bangunan seperti mangkuk, yang didalamnya terdapat silia. Silia pada planaria di daerah ini bergetar lebih kuat dibandingkan yang ada di daerah lain. Getaran inilah yang menyebabkan air mengalir dari bagian anterior badan menuju posterior.
Planaria menangkap mangsa dan memakan sisa-sisa organisme. Ketika  planaria (Dugesia) mengetahui mangsanya, dia akan mengangkat kepalanya dan menggerakannya kekanan dan kekiri. Gerakan ini dilakukan untuk menentukan letak atau posisi mangsanya. Kemudian palanaria akan menurunkan kepalanya dan meluncur bergerak kearah yang tidak menentu. Pada interval -interval waktu yang singkat palanaria akan berhenti kemudian melakukan gerakan seperti sebelumnya untuk menentukan posisi baru mangsanya. 
Palanaria sensitif terhadap sinar. Biasanya palanaria akan menjauhi sinar/cahaya.
Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman facebook anda ! Share
Note : Jika mengutip, harap menyertakan link/sumber pada blog ini

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar