Tampilkan postingan dengan label Materi Biologi SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Biologi SMA. Tampilkan semua postingan

Mengenal Akar Tumbuhan (Radix) bagian I

Sebagaimana kita ketahui bahwa tanaman memiliki beberapa bagian utama yaitu akar, batang, dan daun. Sedangkan beberapa bagian lainnya sebenarnya adalah modifikasi dari 3 bagian utama tadi. Akar atau radix memiliki beberapa sifat antara lain :
  1. Umumnya berada di dalam tanah, bersifat geotrop atau hidotrop. Arah tumbuh akar juga biasanya menjauhi cahaya.
  2. Tidak berbuku-buku atau beruas-ruas, dan tidak mendukung tumbuhnya daun-daun.
  3. Warna tidak mengandung zat hijau daun, biasanya berwarna putih atau kekuningan
  4. Memiliki kemampuan untuk tumbuh pada bagian ujung, namun kecepatan pertumbuhan relatif lambat dibanding pertumbuhan batang
  5. Bentuk akar biasanya meruncing, hal ini memudahkannya untuk menembus lapisan tanah
Beberapa fungsi akar :
  1. Memperkuat atau menegakan berdirinya tumbuhan
  2. Menyerap air dan unsur hara yang ada di dalam tanah
  3. Mengangkut air dan unsur hara tadi ke bagian-bagian tanaman yang memerlukan
  4. Pada beberapa tumbuhan merupakan tempat menyimpan cadangan makanan
Bagian-bagian akar meliputi :
  1. Leher atau pangkal akar (collum), bagian akar yang bersambung dengan pangkal batang.
  2. Ujung akar (apex radicis), bagian akar yang masih aktif membelah.
  3. Batang akar (corpus radicis), terdapat antara leher akar dan ujung akar
  4. Cabang-cabang akar (radix lateralis), bagian akar yang tumbuh dari akar pokok dan masing-masing dapat membentuk percabangan lagi.
  5. Serabut akar (firbrilla radicalis), cabang akar yang halus dan berbentuk serabut
  6. Rambut/bulu akar (pilus radicalis), bagian akar yang terbentuk dari penonjolan sel-sel kulit luar akar. Salah satu fungsinya adalah untuk memperluas bidang penyerapan.
  7. Tudung akar (calyptra), bagian akar yang letaknya paling ujung. Fungsinya untuk melindungi ujung akar yang masih lemah.
Tumbuhan di bedakan atas dua macam sistem perakaran yaitu :
  1. Perakaran tunggang, jika terdapat akar pokok atau akar tunggang (radix primaria), biasanya terdapat pada tumbuhan dicotyl atau berkeping dua.
  2. Perakaran serabut, Jika akar lembaga dalam perkembangannya mati dan disusul sejumlah akar yang memiliki ukuran relatif sama besar yang tumbuh dari pangkal batang.


=============================================BannerFans.com ImageChef Custom Images============================================
Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman facebook anda ! Share Note : Jika mengutip, harap menyertakan link/sumber pada blog ini

Respirasi


                                    Respirasi

Pernapasan (respirasi) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dua proses yang berbeda tapi saling berhubungan, yaitu pernapasan seluler dan pernapasan mekanik. Pernapasan seluler adalah proses dimana sel memperoleh energi melalui pemecahan molekul organik. Pernapasan mekanik adalah proses penyerapan oksigen untuk pernapasan seluler yang diserap dari atmosfer ke dalam sistem vaskuler darah dan pengeluaran karbondioksida ke atmosfer.

Sistem pernapasan (repirasi) memiliki komponen fungsional yaitu sistem konduksi untuk mengangkut gas ekspirasi dan inspirasi antara atmosfer dan sistem sirkulasi, serta sebagai permukaan untuk pertukaraan pasif gas antara atmosfir dan darah. Sistem konduksi pada darahnya diawali sebagai saluran tunggal yang bercabang-cabang membentuk jalan pernapasan yang diameternya semakin kecil. Percabangan terminal dari sistem konduksi membuka ke dalam kantung berujung buntu yang disebut alveoli yang merupakan tempat pertukaraan gas.

Alveoli merupakan jaringan paru yang dindingnya berstruktur tipis yang dilapisi oleh jaringan kapiler yang amat banyak yaitu kapiler pulmoner. Susunan ini memberikan bidang temu berlimpah dengan ketebalan minimal untuk pertukaran gas antara atmosfer dengan darah. Proses difusi gas berlangsung terus yang memerlukan gradient adanya tekanan gas yang sesuai melalui dinding alveolar. Hal ini dicapai dengan perfusi cepat dan berkelanjutan dari kapiler pulmoner oleh darah vena sebelah kanan jantung dan pertukaran gas alveolar yang teratur melalui proses pernapasan.

Pemakaian oksigen oleh mitokondria selama proses fosforilasi oksidatif menyediakan mekanisme utama untuk sintesis ATP oleh sel-sel tubuh. Mitokondria merupakan tempat pembentukan karbondioksida, produk sisa terbesar dari metabolisme. Paru dan sistem sirkulasi memungkinkan mekanisme pengiriman oksigen ke sel-sel dan membuang karbondioksida.

Selama jalannya evolusi, hemoglobin (protein khusus) mengembangkan kapasitas angkut oksigen darah meningkat. Perubahan karbondioksida menjadi asam karbonat dalam sel-sel darah merah serta disosiasi menjadi bikarbonat dan ion hidrogen memungkinkan mekanisme pengaturan keasaman dari cairan tubuh melalui pengontrolan volume ekspirasi karbondioksida. Karbondioksida dan oksigen dalam darah merupakan agen yang sangat kuat untuk pengontrolan aktivitas baik sistem pernapasan maupun sistem kardiovaskuler

Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman anda !

Share

====================================================================
Aplikasi travian paling great !!

TMbot manager Crack Version

Order & confirm to: muhammadjumani@gmail.com


Information : Click here


===========================================================================

Ingin punya bisnis online sendiri ?

Penghasilan ratusan ribu-jutaan/bulan 100% jadi milik anda.

Mudah, simple, tidak perlu banyak pengalaman berbisnis.

99% Otomatis, tidak repot, tidak perlu cari downline.

Di rekomendasi untuk pemula, yang masih awam bisnis internet !

Dengan 50 Rb, gratis member selamanya, dan gratis download jutaan file. 

Informasi lebih lanjut klik disini.







Komponen kimiawi sel (Biologi kelas XI )

Komponen kimiawi Sel, Struktur dan Fungsi Sel


Komponen Kimiawi Sel
Komponen kimiawi penyusun sel terdiri dari senyawa organik dan anorganik. Senyawa organik merupakan senyawa yang mengandung unsur karbon. Kelompok senyawa organik terpenting yang ditemukan pada mahluk hidup merupakan makro molekul yaitu karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Sedang senyawa anorganik merupakan senyawa yang tidak mengandung unsur karbon, kecuali CO2 (karbondioksida) meskipun mengandung unsur karbon, tetap diklasifikasikan sebagai senyawa anorganik. Contoh senyawa anorganik lainnya adalah air dan natrium klorida (NaCl).
Air dan Makhluk Hidup
Air merupakan komponen terpenting dalam tubuh makhluk hidup. Sel-sel dibangun oleh sekitar 70- 95% air. Air sangat penting dalam banyak hal di dalam sel: sebagian besar reaksi kimia (metabolisme) yang terjadi dalam sel hanya dapat berlangsung jika bahan-bahanya terlarut dalam air. Air merupakan pelarut yang sangat baik. Tanpa air sebagian besar reaksi kimia di dalam sel tidak dapat terjadi.Peranan air yang lain adalah 1. air menyebabkan sel dapat mempertahankan bentuk dan ukurannya. Satu sel tanpa air seperti balon tanpa udara. 2. Air menyebabkan perubahan temperatur secara lambat, maka air dalam sel menjaga perubahan temperatur sel dari perubahan cepat.3. Polaritas pada molekul air memungkinkan terbentuknya ikatan hidrogen. 4. air berperan penting dalam menjaga kestabilan pH melalui atom hidrogen yang dimilikinya. 5. air memiliki kohesi yang kuat dan tegangan permukaan yang tinggi. Kohesi (tarik menarik antara zat sejenis) terjadi pada air karena ikatan hidrogen antara molekul-molekul air. Kohesi yang kuat antara molekul-molekul air menghasilkan tegangan permukaan yang tinggi, sehingga menghasilkan permukaan air yang cukup kuat untuk menahan serangga air yang berjalan diatas nya tanpa tenggelam. 6. Air tertarik ke molekul-molekul lain. Adesi adalah tarik menarik antara zat-zat yang tidak sejenis.Ketika air tertarik ke dinding tabung yang sempit (misalnya xilem) atau benda padat yang menyerap misalnya kertas, air akan memperlihatkan aksi kapiler dengan menaiki tabung atau merambat melalui kertas.

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang kaya akan energi dan sebagai bahan pembangun struktur kehidupan. Tersusun atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat di kelompokan menjadi 3 kelompok berdasarkan jumlah molekuk gula (sakarida) yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.
Monoskarida merupakan gula serderhana yang tersusun atas molekul gula. Contoh monosakarida adalah (1) gula heksosa (6C) misalnya galaktosa, glukosa dan fruktosa dengan rumus C6H12O6. (2) gula pentosa (5c) misalnya ribosa dan ribolosa dengan rumus C5O10O5 dan gula triosa (3c) misalnya gileraldehid dan dihidroksiaseton dengan rumus C3H6O3.
Disakarida merupakan karbohidrat yang tersusun atas dua molekul gula yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Ikatan glikosida merupakan ikatan kovalen yang yang terbentuk melalui proses dehidrasi karena sebuah molekul air hilang. Misalnya sukrosa (glukosa dan fruktosa) dengan rumus C11H22O11 maltosa (glukosa dan glukosa), dan laktosa (glukosa dan galaktosa).
Poliskarida merupakan polimer yang tersusun atas ratusan bahkan ribuan monoakarida yang terikat melalui ikatan gloksida. Misalnya pati (sebagai cadangan makanan), selulosa (terdapat pada dinding sel tumbuhan) dan glikogen (terdapat pada otot manusia dan hewan).






Lipid (Lemak)
Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai umber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di alam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ ati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Lipid sederhana :
lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida), ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi.
Lipid majemuk
- fosfolipid
- lipoprotein
Lipid turunan
- asam lemak
- sterol (kolesterol, ergosterol,dsb)
Secara klinis, lemak yang penting adalah
- Kolesterol
- Trigliserida (lemak netral)
- Fosfolipid
- Asam Lemak
Trigliserida
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan dari makanan yang dimakan. Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol
Protein
Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon, hydrogen, oksigen dan nitrogen. Disamping itu mengandung unsur-unsur fosfor, besi, iodium, dan kobalt. Ada dua puluh jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas sembilan asam amonni esensial (asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan harus didatangkan dari makanan) dan sebelas asam amoni non-esensial.
Fungsi protein :
1. Untuk membangun dan mengganti sel-sel jaringan tubuh manusia
2. Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh
3. Mengatur keseimbangan air
4. Memelihara netralitas tubuh
5. Pembentukan anti bodi
6. Mengangkut zat-zat gizi
7. Sumber energi
Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N).
Ada dua macam asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA) dan asam ribonukleat atau ribonucleic acid (RNA). Dilihat dari strukturnya, perbedaan di antara kedua macam asam nukleat ini terutama terletak pada komponen gula pentosanya. Pada RNA gula pentosanya adalah ribosa, sedangkan pada DNA gula pentosanya mengalami kehilangan satu atom O pada posisi C nomor 2’ sehingga dinamakan gula 2’-deoksiribosa (Gambar 2.1.b).
Perbedaan struktur lainnya antara DNA dan RNA adalah pada basa N-nya. Basa N, baik pada DNA maupun pada RNA, mempunyai struktur berupa cincin aromatik heterosiklik (mengandung C dan N) dan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu purin dan pirimidin. Basa purin mempunyai dua buah cincin (bisiklik), sedangkan basa pirimidin hanya mempunyai satu cincin (monosiklik). Pada DNA, dan juga RNA, purin terdiri atas adenin (A) dan guanin (G). Akan tetapi, untuk pirimidin ada perbedaan antara DNA dan RNA. Kalau pada DNA basa pirimidin terdiri atas sitosin (C) dan timin (T), pada RNA tidak ada timin dan sebagai gantinya terdapat urasil (U). Timin berbeda dengan urasil hanya karena adanya gugus metil pada posisi nomor 5 sehingga timin dapat juga dikatakan sebagai 5-metilurasil
Srtuktur dan fungsi sel
Pertama kali di kemukakan oleh Robert Hoke, yang bermakna kamar kecil atau kotak kecil setelah mengamati sel gabus.
Sel sebagai unit dasar kehidupan dari setiap makhluk hidup karena sel merupakan kesatuan struktural, fungsional, pertumbuhan dan hereditas mahluk hidup.
1. Sel sebagai kesatuan struktural makhluk hidup artinya setiap makhluk hidup tersusun atas sel (Mathias Scleiden dan Theodor Scwann)
2. Sel sebagai kesatuan fungsional makhluk hidup artinya di dalam sel berlangsung proses metabolisme (Max Schultze)
3. Sel sebagai kesatuan pertumbuhan artinya semua sel berasal dari sel (Omnis cellula e cellula) (Rudolf Virchow)
4. Sel sebagai satuan hereditas artinya sel mengandung faktor pembawa sifat keturunan (gen) yang terdapat di dalam nukleus
Berdasarkan ada tidak nya sembran sel (kariota), sel dibedakan menjadi 2 yaitu sel eukariota dan sel prokariota. Sel Eukariota adalah sel yang memiliki membran inti, sehingga terjadi pemisahan inti sel dengan sitoplasma. Contohnya sel jamut, sel protozoa, sel hewan dan tumbuhan. Sedangkan sel prokariota adalah sel yang tidak memiliki membran inti sehingga antara inti sel dan sitoplasma sehingga materi genetik tersebar di sitoplasma. Contohnya pada ganggang biru dan bakteri.
Sel eukariotik memiliki membran nukleus dan sistem endomembran. Ciri-
ciri sel eukariotik adalah sebagai berikut:
- Sitoplasma dan nukleoplasma terpisah.
- Bahan gen di dalam inti.
- Mempunyai organel seperti golgi, mitokondria, retikulum endoplasma,
ribosom, dan kloroplas pada tumbuhan.
- Bahan gen ( DNA) seperti pita ganda dan tersusun spiral saling melilit
(double helix).
- Sitoplasma dan materi genetik bercampur, sehingga materi inti tidak dibatasi oleh
membran inti melainkan hanya mengumpul pada daerah yang disebut nukleoid.
- Bahan gen ( DNA) terdapat dalam sitoplasma berbentuk cincin bulat.
- Tidak dijumpai badan golgi, mitokondria, dan retikulum endoplasma
(RE), tetapi dijumpai adanya ribosom.
- Tidak mempunyai organel lain selain ribosom.
Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti dan sistem endomembran seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu, tidak memiliki mitokondria dan kloroplas. Sel prokariotik terdapat pada bakteri dan alga biru, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Sitoplasma dan materi genetik bercampur, sehingga materi inti tidak dibatasi oleh
membran inti melainkan hanya mengumpul pada daerah yang disebut nukleoid.
- Bahan gen ( DNA) terdapat dalam sitoplasma berbentuk cincin bulat.
- Tidak dijumpai badan golgi, mitokondria, dan retikulum endoplasma (RE), tetapi
dijumpai adanya ribosom.
- Tidak mempunyai organel lain selain ribosom.




Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman anda !
Share

Informasi

Pesan Crack Bot untuk travian di sini(buy crack bot for travian here)


Crack Bot for travian


Kunjungi

Ingin punya bisnis Online Sendiri?

Komunitas Travian Indonesia

Transportasi pada tumbuhan (Biologi Kelas XI )

Transportasi Pada Tumbuhan

Pengangkutan air pada tumbuhan meliputi 2 cara yaitu pengangkutan air dan garam mineral diluar pembuluh xilem (ekstravaskuler) dan pengangkutan air melalui pembuluh xilem (intravaskuler).
1. Transportasi ekstravaskuler
Proses pengangkutan ekstravaskuler sebagai berikut, air bergerak secara horizontal yaitu dari pemukaan akar menuju ke sel epidermis (rambut akar) kemudian bergerak diantara sel-sel korteks. Untuk sampai ke stele air harus melewati sitoplasma sel-sel endodermis. Transportasi ekstravakuler ada dua macam yaitu :
a. Transportasi simplas
Yaitu pengangkutan air dan zat terlarut secara difusi osmosis, dari sel kesel melalui bagian sel tumbuhan yang hidup misalnya sitoplasma (plasmodesmata) da vakuola. Pada transportasi simplas ini air dan zat terlarut terhalang oleh nilai osmosis dan sel endodermis dan perisikel (perikambium) yang lebih rendah dari sel-sel korteks disebelah luarnya sehingga transportasi air dan zat terlarut dari korteks ke stele baik simplas maupun apoplas harus dengan transpor aktif atau pompa ion.
b. Transportasi Apoplas
Merupakan pengangkutan air dan zat terlarut secara difusi osmosis(transpor pasif) diluar sitoplasma melalui bagian sel tumbuhan yang tidak hidup, misalnya melalui dinding sel dan ruang antar sel. Pada transportasi apoplas, air tidak bisa masuk ke xilem karena terhalang penebalan zat gabus(suberin) pita kaspari sel endodermi, sehingga air harus dipompa menembus sitoplasma sel endodermis dan transportasi menjadi bersifat simplastik terutama melalui peresap (sel penerus air) yang letaknya sejajar dan dengan permukaan akar dan tidak berhadapan dengan xilem.
2. Transportasi Intravaskuler
Merupakan pengangkutan air dan garam mineral dari akar menuju bagian atas tumbuhan (daun ) melalui xilem. Urutannya Xilem akar xilem batang xilem tangkai daun xilem tulang daun. Selanjutnya dari xilem tulang daun masuk ke sel-sel mesofil daun untuk di gunakan dalam fotosintesis. Proses transportasi air melalui xilem bersifat apopplastik karena sel-se xilem bersifat sel mati
Faktor yang mempengaruhi transportasi air dan zat terlarut melalui xilem dari akar hingga ke daun antara lain:
a. Daya kapilaritas
Yaitu kemampuan naiknya cairan didalam pipa kapiler karena adanya adhesi(daya tarik menarik antar molekul tak sejenis) dan kohesi (daya tarik menarik antar molekul sejenis). Air dan zat terlarut dapat diangkut keatas karena daya adhesi lebih besar dari kohesi.
b. Daya hisap daun
Merupakan kemampuan daun untuk meningkatkan aliran air dari akar kedaun pada saat transpirasi atau penguapan. Molekul air dari akar sampai kedaun berderet secara berkesinambungan seolah-olah membentuk rantai molekul air . Potensial air akan makin kecil jika menjauh dari air. Dengan demikian potensial air daun lebih kecil dari potensial air di akar dan batang. Pada saat transpirasi, potensial air di daun akan mengecil dan mengakibatkan terjadinya tarikan air keatas dari sel-sel dibawahnya.
c.Teori vital (pengaruh sel hidup)
Pengangkutan air dari akar ke daun terjadi karena pengaruh sel-sel hidup seperti sel parenkim, dan jari-jari empulur di sekitar xilem.

d. Daya tekan akar
Merupakan kemampuan akar mendorong air dalam xilem akar menuju keatas. Daya tekan akar merupakan hasil aktifitas sel-sel epidermis dengan rambut akarnya yang terus menerus menyerap air dan zat terlarut dalam tanah dan menyebabkan konsentrasi air dan tekanan turgor sel akar meningkat. Meningkatnya konsentrasi air dan tekanan turgor sel akar menyebabkan terjadinya dorongan air keatas didalam pembuluh xilem.
e. Menurut Dixon-Joly
Naiknya air keatas di dalam xilem disebabkan karena adanya transpirasi di daun yang mengakibatkan molekul air di daun berkurang yang akan segera di isi oleh molekul-molekul air di bawahnya.
Pengangkutan hasil fotosintesis (translokasi) keseluruh bagian tumbuhan melalui floem merupakan transportasi simplas karena floem merupakan sel hidup. Bagian floem yang berperan utama dalam pengangkutan hasil fotosintesis adalah komponen pembuluh tapis yang berupa sel memanjang berbentuk silindris yangbersatu dibagian ujung membentuk suatu pembuluh. Bukti hasil fotosintesis diangkut melalui adalah pengelupasan kulit pada cangkok, penyadapan getah karet getah damar dan nira.

Mekanisme pengangkutan hasil fotosintesis pada floem antara lain sebagai berikut :
a.teori aliran sitoplasma
Translokasi dapat terjadi karena adanya aliran sitoplasma di dalam sel-sel melalui plasmodesmata. Adanya plasmodesmata memungkinkan pengangkutan hasil fotosintesis secara difusi dari satu sel ke sel lain.
b. Teori aliran massa (tekanan ) oleh Erns Munch, 1930
Translokasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan osmosis yang terjadi didalam pembuluh floem antar oragan yaitu daun, batang dan akar. Peningkatan kadar gula didalam floem daun akan meningkatkan tekanan osmosis daun, sehingga larutan (hasil fotosintesis) akan mengalir dari daun menuju ke akar.
c. Pemompaan sitoplasma
d. Elektro-osmosis
e. Difusi yang dibantu agen pembawa (teraktifasi)



Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman anda !
Share

Informasi

Pesan Crack Bot untuk travian di sini(buy crack bot for travian here)


Crack Bot for travian


Kunjungi

Ingin punya bisnis Online Sendiri?

Komunitas Travian Indonesia

Materi Biologi SMA kelas 2 (sistem sirkulasi)

SISTEM SIRKULASI

Sistem peredaran pada manusia terdiri atas sistem peredaran darah dan sistem peredaran limfatik (getah bening). Sistem peredaran darah pada manusia disebut sistem perdaran darah tertutup dan ganda. Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan gas-gas pernafasan, mengangkut danmengedarkan zat-zat makanan keseluruh jaringan tubuh, mengangkut dan membuang sisa metabolisme melalui sistem ekskresi, menjaga suhu tubuh, dan mendistribusikan hormon-hormon untuk mengatur fungsi sel-sel tubuh. Sistem perdaran darah pada manusia terdiri dari darah dan alat peredaran darah.

Darah

Komponen penyusun darah adalah sel-sel darah(45%) dan plasma darah (55%). Volume darah yang beredar pada orang dewasa merupakan 8% berat badan atau 1/13 berat badan. Fungsi Darah adalah :

Mengangkut sari makanan dan oksigen keseluruh tubuh

Mengangkut sisa metabolisme ke alat pengeluaran

Mempertahankan tubuh dari infeksi kuman penyakit

Mengedarkan hormon-hormon ke organ-organ tertentu

Menjaga stabilitas suhu tubuh

f. Menjaga keseimbangan asam basa untuk mencegah kerusakan jaringan tubuh.

Sel-Sel Darah (Butiran Darah)

Di kelompokan menjadi 3 yaitu :

1. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit tidak memiliki inti, bentuknya piph cekung di tengahnya (bikonkaf), dan mengandung hemoglobin (Hb) sehingga berwarna merah. Fungsi Hemoglobin adalah mengangkut oksigen dan menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh. Jumlah eritrosit pada pria dewasa tiap mm3 darah adalah 5 juta eritrosit dan pada wanita 4 juta eritrosit. Umur eretrosit sekitar 120 hari. Di bentuk di sumsum merah tulang pipih. Pada saat di dalam kandungan di buat di dalam hati dana limpa. Eritrosit yang tua dan mati dirombak di dalam hati dan limfa dan Hb di rombak menjadi bilirubin (zat warna biru empedu) yang berfungsi untuk mengemulsikan lemak.

2. Sel Darah Putih (Leukosit)

Leukosit memiliki inti, bentuknya tidak tetap seperti amoeba, tidak berwarna, bening dan ukurannya lebih besar dari Eritrosit. Leukosit bergerak secara amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah atau biasa disebut bersifat diapedesis . Fungsinya memakan kuman-kumanpenyakit (bersifat fagosit) dan membentuk antibodi. Jumlahnya pada orang dewasa setiap mm3 darah mengandung 6.000-9.000 butir leukosit. Di buat di dalam sumsum tulang merah, limfe, kelenjar limfe, dan jaringan retikuloendotelium. Jumlah eritrosit dapat naik turun bergantung dari ada tidaknya infeksi kuman tertentu. Keadaan jumlah leukosit yang kurang dari norma; disebut leukopeni, misalnya akibat infeksi kuman tifus jumlah leukosit turun menjadi 3.000 butir per mm3. Keadaan jumlah leukosit melebihi normal disebut leukositosis, mialnya akibat infeksi cacing, jumlah leukosit dapat naik sampai 6.000 butir tiap mm3, bahkan pada penderita radang paru-paru atau kanker jumlah leukosit meningkat sampai 20.000 tiap mm3. Leukositosis yang terjadi akibat infeksi disebut leukositosi patologik., sedangkan leukositosis yang terjadi karena stress atau kegiatan jasmani yang berlebihan disebut leukositosis fisiologik.

Leukosit dibedakan menjadi granulosit dan agranulosit.

Granulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula (berbutir-butir) dan nukleus umumnya relatif besar. Granulosit terdiri atas :

a. Neutrofil

Merupakan leukosit yang terpenting yang berguna untuk menjaga masuknya bakteri. Jumlahnya mencapai 65-75% dari seluruh jumlah leukosit. Neutrofil dapat melakukan diapedesis dan bersifat fagosit terhadap bakteri dan sisa jaringan yang mati. Intinya ada yang seperti batang, bengkok, dan bercabang-cabang.

b. Eosinofil

Mengandung bintik.bintik warna kemerahan, jumlahnya sekitar 2-5% dari jumlah lukosit. Dapat melakukan gerak amoeboid dan bersifat fagosit. Jumlahnya akan meningkat jika ada infeksi misalnya oleh cacing Trichinella.

c. Basofil

Berbintik-bintik kebiruan dan bersifat fagosit. Jumlahnya paling sedikit antara 0,5 % dari jumlah leukosit. Basofil mengandung heparin yang berdifusi kedalam darah untuk mencegah pembekuan darah di dalam pembuluh darah dan juga mengandung histamin yang penting dalam proses alergi.

Agranulosit merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula.

Terdiri atas :

Monosit

Merupakan sel darah putih dengan ukuran terbesar, bersifat fagosit, dan bisa bergerak cepat. Di buat di dalam limfa dan sumsum tulang Jumlahnya sekitar 2-6% dari jumlah leukosit Monosit dapat berpindah dari aliran darah ke jaringan. Di dalam jaringan manosit berkembang menjadi makrofag. Makrofag bersama neutrofil merupakan sel fagosit utama, paling efektif dan berumur panjang.

b. Limfosit

Berinti satu dan tidak dapat bergerak. Jumlahnya sekitar 20-25% dari jumlah leukosit. Berfungsi menghasilkan antibodi sehingga berperan dalam imunitas (sistem kekebalan). Di buat di sumsum tulang, sedang pada saat janin di buat di hati. Ada dua jenis limfosit yaitu limfosit B (sel B) dan limfosit (sel T ). Limfosit B tetap berada di dalam sumsum tulang, sedang limfosit T akan bergerak ke kelanjar thymus. Limfosit banyak di temukan di nodus limfa, limpa, daorgan limfatik lain.

3. Trombosit (sel darah pembeku, keping darah)

Bentuknya tidak teratur, tidak berinti dan berukuran kecil.Jumlahnya pada orang dewasa 200.000-300.000 butir tiap mm3. Di buat di dalam sumsum tulang dan berasal dari megakariosit. Trombosit mengandung enzim trombokinase (trombolpastin). Berperan dalam proses pembekuan darah. Pembekuan darah merupakan rangkaian proses yang terjadi pada jaringan tubuh, plasma darah, dan trombosit.

Rangkaian proses pembekuan darah :

Dimulai dari luka jaringan tubuh. Trombosit pada permukaan jaringan yang luka akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase.

Enzim trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin yang di percepat oleh ion kalsium(Ca2+). Protrombin merupakan protein plasma darah dan mengandung enzim yang belum aktif. Pembentukan protrombin di dalam hati dengan di pengaruhi oleh Vitamin K.

Enzim trombin mengubah fribrinogen (protein yang larut dalam plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak larut dalam plasma darah) yang berbentuk seperti benang-benang.

Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka tertutup

Plasma Darah (Cairan Darah)

Komponen penyusun plasma darah :

Air (91%)

Sari makanan yang larut dalam plasma darah.: Glukosa, asam amino, asam lemak, gliserin, dan kolesterol

Garam mineral : NaCl, NaHCO3, garam-garam kalsium, fosfor dan magnesium

Protein yabg larut dalam plasma darah : globulin (untuk pembentukan antibodi), albumin (berperan dalam tekanan osmosis darah), Fibrinogen (untuk pembekuan darah).

Enzim, hormon dan antibodi : sebagai zat-zat hasil produksi sel-sel

Zat-zat sisa metabolisme: urea, kretinin, bilirubin, dan asam urat

Gas-gas utama yang larut dalam plasma darah : O2, CO­2, dan N2.





Pernah berpikir internet sebagai sumber alternatif keuangan anda ?

Kini anda bisa mewujudkannya
miliki usaha online anda sendiri
tanpa perlu membayar mahal
Karen setiap orang berhak sukses
termasuk anda.
cukup dengn 50 ribu (klik gambar)
anda sudah bisa memiliki sofware
bisnisnya
Dengan memiliki sendiri maka
hasilnya 100% jadi milik anda.

Blog menarik untuk di kunjungi !
Blog motivasi dan bisnis online

Blog pecinta anggrek

Sistem Gerak

Sistem gerak pada manusia dimungkinkan karena adanya kolaborasi antara tulang dan otot. Dalam mendukung fungsi gerak, selain didukung oleh kontraksi dan relaksasi otot, antara tulang atau ruas. Ruas tulang dihubungkan oleh persendian yang dilengkapi dengan tendon dan ligamentum. Tulang merupakan alat gerak pasif sedang otot merupakan alat gerak aktif. Kumpulan tulang penyusun dan penyokong tubuh kita membentuk sistem rangka.
1. Rangka
Rangka tubuh manusia tersusun atas 206 tulang dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. Ukurannya bervariasi mulai dari yang sangat kecil yaitu tulang sanggurdi di telinga bagian tengah, sampai yang terbesar yaitu tulang paha. Fungsi rangka antara lain:
a. formasi bentuk tubuh
b. sebagai alat gerak (alat gerak pasif)
c. proteksi organ tubuh yang lemah
d. tempat melekatnya otot-otot
e. penegak dan penyokong tubuh
f. pabrik darah
g. tempat menyimpan kalsium
Rangka manusia dibedakan menjadi skeleton aksial dan skeleton apendikuler. Skeleton aksial merupakan tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh dan terdiri atas tengkorak, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk (tulang iga). Sedangkan skeleton apendikuler merupakan tulang-tulang secara umum berfungsi untuk menggerakkan tubuh dan terdiri atas tulang anggota gerak (tangan dan kaki), gelang bahu dan panggul.
a. Skeleton aksial
Tulang tengkorak
Tulang tengkorak tersusun atas 28 tulang yang dikelompokan menjadi tiga yaitu tulang tempurung kepala (kranium), tulang muka dan tulang rahang. Kranium berfungsi untuk melindungi otak dan tersususn atas tulang kepala belakang (oksipitalis), tulang dahi (frotalis), tulang ubun-ubun (parietalis), tulang pelipis (temporalis), tulang baji (sphenoidalis) dan tulang tapis (ethmoidalis). Dibagian bawah kranium terdapat rongga khusus yang menjadi tempat masuk dan keluarnya pembuluh saraf dan darah yang kemudian menuju ke sumsum tulang belakang. Rongga tersebut di sebut foramen magsium.
Tulang-tulang muka membentuk rongga mata (untuk melindungi mata), rongga hidung dan langit-langit.
Tulang belakang (vertebrae)
Tulang belakang membentuk sumbu tubuh, menopang seluruh bagian tubuh, menyangga tengkorak, sebagai tempat perlekatan tulang rusukdan mampu berfungsi sebagai peredam kejutan (dengan bentuk lengkungnya seperti huruf S dan adanya bantalan anatara dua ruas tulang belakang). Tulang belakang lengkungnya seperti huruf S ini bersifat fleksibel (lentur, mudah dibengkokkan) karena beruas-ruas dimana setiap ruas dihubungkan oleh cakram (diskus). Invertebrata yang tersusun atas tulang rawan (kartilago) dan juga tulang belakang emmbentuk lengkung huruf S. Tulang belaknag tersusun atas 33 tulang yang terdiri atas 7 ruas tulang leher (vertebra servikalis), 12 ruas tulang punggung (vertebra dorsalis), 5 ruas tulang pinggang (vertebra lumbalis), 5 ruas tulang belakang (sakrum) yang bersatu dan 4 ruas tulang ekor (koksi) yang bersatu. Ke 33 tulang tersebut bersatu dengan erat yang menyebabkan tulang menjadi lunak yang membuat manusia mampu berdiri tegak. Ruas pertama tulang leher berhubungan langsung dengan kepala disebut tulang atlas.
Tulang dada
Tulang dada terdiri atas 3 bagian yaitu hulu/kepala (manubrium), badan (korpus) dan taju pedang. Hulu tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang selangka (klavikula) dan tulang rusuk pertama. Sedang badan tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang rusuk berikutnya.
Tulang rusuk/iga (costae)
Terdiri dari 12 pasang tulang yang digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu:
a. tulang rusuk sajati, terdiri atas 7 pasang, dimana ujung depannya melekat pada tulang dada dan ujung belakangnya melekat pada tulang punggung
b. tulang rusuk palsu, ada 3 pasang, ujung didepannya melekat pada tulang rusuk di atasnya dan bagian tulang belakang melekat pada tulang belakang
c. tulang rusuk melayang, 2 pasang, ujung didepannya meleyang tidak melekat pada tulang manapun dan ujung belakangnya melekat pada tulang belakang
Keterangan:
b. Skeleton apendikuler
Tulang anggota atas (lengan)
Terdiri atas tulang lengan atas (humeros), tulang pengumpil (radius), tulang hasta ( ulna), tulang pergelangan tangan (karpal), tulang telapak tangan (metakarpal) dan tulang jari (talanges)
Tulang anggota bawah
Terdiri atas tulang paha (temur), tulang tempurung lutut (patella), tulang kering (fibia), tulang betis (fibula), tulang pergelangan kaki (tarsal), tulang telapak kaki (metatarsal) dan tulang jari (talanges) Gelang bahu (pektoral) dan gelang panggul (pelvis)
Merupakan tempat sambungan skeleton aksial dengan skeleton apendikuler. Gelang bahu (pektoral) tersusun dari tulang belikat (sakapula) yang melekat pada tulang rusuk dan tulang selangka (klavikula) yang melekat pada tulang dada. Tulang belikat bersambungan dengan tulang anggota atas (lengan), sedangkan selangka menghubungkan ujung tulang eblikat dengan tulang dada. Gelang panggul (pelvis) menghubungkan tulang anggota bawah (tungkai) dengan tulang belakang. Gelang panggul tersusun atas tulang usus (ilium), tulang duduk (ischium) dan tulang kemaluan (pakis)

2. Tulang
Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi 3 macam yaitu tulang pipa (tulang panjang), tulang pendek dan tulang pipih.
Tulang pipa (tulang panjang)
Bentuknya seperti pipa memanjang dan bagian tengahnya berongga. Contoh: tulang lengan, tulang paha, tungkai dan ruas tulang jari. Tulang pipa dibagi menjadi 3 bagian yaitu epifisis (ujung tulang yang bersendian dengan tulang lain), diafisis (bagian tengah) dan cakra epifisis (terletak antara epifisis dan diafisis). Pada anak-anak cakra epifisis tersusun atas tulang rawan yang mengandung osteoblas, sehingga berfungsi sebagai tempat pemanjangan tulang pipa. Pada orang dewasa yang telah berhenti pertumbuhannya, cakara epifisis sudah berupa tulang keras sehingga epifisis dan diafisis menyatu. Bagian tengah tulang pipa yang berongga berisi sumsum tulang merah dan kuning. Sumsum tulang merah merupakan pabrik eritrosit dan sumsum tulang kuning merupakan pabrik sel-sel lemak
Tulang pendek
Bentuknya bulat dan pendek sehingga sering disebut ruas tulang. Tulang pendek berisi sumsum yang merupakan pabrik eritrosit dan leukosit. Contoh: tulang pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan, telapak kaki dan ruas tulang belakang.
Tulang pipih
Bentuknya pipih dan terdiri atas lempengan tulang kompak (padat) dan tulang spons/tulang korselus (berongga). Di dalamnya berisi sumsum merah yang merupakan pabrik eritrosit dan leukosit. Contoh: tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul dan tulang dahi, serta tempurung kapala.

Berdasarkan penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon)
Tulang rawan (kartilago)
Dibentuk oleh kondroblas (sel membentuk tulang rawan). Kondroblas akan menghasilkan sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kartilago terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang banyak mengeluarkan matriks berupa kondrin. Setiap kondrosit terdapat di dalam rongga kecil yang disbeut lakuna. Lakuna dikelilingi oleh matriks tulang rawan yang berupa serabut elastis disebut fibrosa dan serabut kolagen. Kadang-kadang dalam satu lakuna terdapat lebih dari satu kondrosit yang berasal dari turunan satu kondroblas. Kumpulan sel-sel serabut disebut sel-sel isogenik. Jaringan tulang rawan pada anak-anak lebih banyak mengandung kondrosit, sedang pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriks tulang rawan. Tulang rawan bersifat lentur tetapi lunak.
Tulang keras (osteon)
Tulang keras dibentuk oleh osteoblas (sel pembentuk tulang). Osteoblas menghasilkan sel-sel tulang keras yang disebut osteosit-osteosit terdapat pada rongga yang disebut lakuna. Osteoblas juga menghasilkan / menyekresikan zat-zat interseluler yang tersusun dari serabut kolagen yang akan membentuk matriks tempat garam-garam kalsium didepositkan. Zat kapur dalam bentuk CaCO3 dan Ca (PO4)2 dibawa oleh darah. Nutrisi berdifusi melalui kanalikuli.
Selain osteoblas juga terdapat osteoklas yang berfungsi memakan sel-sel tulang yang mati pada tulang yang patah. Osteoklas merupakan sel yang besar dan berinti banyak. Matriks penyusunnya adalah semen yang tersusun atas senyawa karbohidrat, serabut kolagen yang membuat tulang lunak dan CaCO3 dan Ca (PO4)2 yang menentukan kelenturan dan kekerasan tulang. Tanpa serabut kolagen, tulang menjadi sangat rapuh dan tanpa unsur mineral tulang akan sangat lentur seperti karet.
Permukaan luar tulang keras dibungkus membran periostium, fungsinya melindungi tulang keras dan menyediakan tempat perlekatan bagi tendon dan ligamen. Periostium menyelimuti hampir seluruh bagian tulang kecuali persendian. Persendian dibungkus oleh kartilago. Periostium mengandung pembuluh darah saraf dan pembuluh darah.
Berdasarkan struktur, tulang keras terdiri atas bagian luar yang padat di sebut kompakta dan bagian dalam yang ringan karena berongga-rongga yang disebut tulang kanselus, bagain tengahnya disebut sistem havers.
Tulang memiliki kemampuan:
a. merombak rumah tanpa menggangu penghuni
Osteoblas berfungsi membentuk osteosit, sedang osteoklas berfungsi mengukir tulang agar dapat berubah bentuk sesuai tingkat pertumbuhannya dan juga bertugas membersihkan pecahan-pecahan tulang pada saat patah tulang. Tugas kedua sel tersebut harus mampu membongkar pasang sebuah tulang, yang pada saat yang sama harus menopang berat tubuh.
b. lebih kuat dari beton
Berkat gaya arsitektur tulang: bagian luar membentuk kompanta, bagian dalam membentuk kanselus
c. lebih dari sekedar pabrik darah
260 miliar sel darah merah dibentuk dan 135 milliar sel darah putih perhari.
d. mampu mereparasi diri sendiri
Dengan adanya osteoblas, tulang-tulang rusuk dapat diperbaiki.

3. Perkembangan tulang (osifikasi)
Pembentukan rangka manusia sudah mulai dibentuk pada akhir bulan kedua stadium embrio dan masih berbentuk tulang rawan kartilago yang dihasilkan oleh sel-sel mesenkim. Sesudah kartilago dibentuk, rongga yang ada di dalamnya akan terisi oleh osteoblas. Osteoblas merupakan sel tulang yang aktif membelah dan membentuk osteosit. Osteosit adalah sel tulang yang sudah berhenti membelah osteoblas juga menempati jaringan kuat di sekelilingnya. Osteosit dibentuk berturut-turut dari arah dalam keluar dan tersusun dalam lapisan yang konsentris yang disebut lamela. Osteosit dalam lapisan lamela mengelilingi lobang kapiler yang disebut saluran havers. Di dalam saluran havers terdapat pembuluh darah, saraf dan saluran volkman (saluran yang menghubungkan 2 saluran havers). Adanya senyawa fosfor dan kalsium menyebabkanmatriks tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang disebut kalsifikasi. Di antara lamela terdapat saluran kecil yang berisi cairan ekstraseluler yang disebut kanalikuli yang menghubungkan dengan saluran havers. Bagian tulang spons yang bercabang-cabang satu disebut trabekula. Tulang yang sedang berkembang dibungkus oleh jaringan penghubung yang disebut periosteum.