Mendapatkan air bersih

Memproduksi Air Bersih

============================================
BannerFans.com ImageChef Custom Images
============================================
Terkadang dalam perjalanan hidup tantangan yang harus kita hadapi tidak selalu berasal dari hewan ganas atau pemangsa yang liar namun justru berasal dari lingkungan yang tidak brsahabat. Lingkungan yang tidak ramah adalah masalah serius yang terkadang terlambat diantisipasi oleh kita yang menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kehidupan makhluk hidup air adalah keperluan vital yang tidak bisa lepas dari kehidupan termasuk manusia. Namun tidak sembarang air yang dapat digunakan untuk menunjang proses kehidupan. Berbeda dengan tumbuhan, air bisa diserap oleh akar tanaman tanpa harus memenuhi standar kesehatan seperti air untuk keperluan manusia. Untuk manusia merupakan suatu keharusan dimana air yang ingin di konsumsi harus bebas dari bahan pencemar, tidak berbau, tidak berwarna dan memenuhi standar kesehatan lainnya.

Jumlah air di bumi memang relatif tetap karena adanya siklus atau daur air. Namun jumlah air bersih di permukaan bumi semakin terbatas, banyak penyebabnya antara lain pencemaran, kontaminasi oleh patogen, kondisi alam perubahan warna dan rasa pada air karena berbagai faktor dan sebagainya.

Semakin berkurangnya luas areal hutan menyebabkan menyebabkan sumur pompa mulai tidak maksimal, belum lagi jika air dari sumur tersebut telah bercapur dengan air laut. Lalu bagaimana cara kita mengatasi tantangan alam ini?. Dalam sekala kecil pemenuhan air bersih dapat diusahakan dengan berbagai cara menggunakan pengetahuan/teknologi sederhana dari air yang belum memenuhi standar kesehatan.

Berikut diantaranya :

1. Mengatasi kekeruhan dan keasaman air

Cara umum adalah dengan mendiamkan di tempat penampungan yang terbuat dari gerabah atau semen beberapa hari atau dengan memberikan tawas agar partikel-partike terlarut cepat mengendap, agar bebas dari organisme air bisa ditambahkan kaporit. Air keruh sebenarnya bisa di gunakan langsung dalam keadaan darurat jika tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.

2. Menggunakan instalasi saring

Cara ini sedikit repot tapi cukup efektif, teknik dasarnya adalah dengan menyalurkan air yang kotor ke tangki-tangki penampungan yang lebih tinggi yang terhubung dengan tangki kedua yang lebih rendah, dan tangki penampungan kedua ini terhubung dengan tangki ketiga yang lebih rendah lagi dan seterusnya hingga sampai tangki penampungan terkahir yang airnya siap digunakan. Tangki2 tesebut sudah di beri perlakuan sedemikian rupa misalnya ditangki pertama air yang akan di olah diberi tawas, dan di bagian dasar diberi ijuk, serpihan genting atau bata, pasir dan kerikil untuk menyaring partikel-partikel yang terlarut bersama air. Bahan-bahan penyaring tersebut juga dimasukan ke tangki-lainnya. Penggunaan tangki tergantung air yang di olah, semakin kotor dan keruh maka tangki yang diperlukan bisanya lebih banyak namun bisa di siasati dengan mengurangi debit air yang melewati tangki-tangki tersebut sehingga penyaringan lebih efektif.

3. Memperoleh air bersih dengan penguapan

Cara ini lebih lambat namun air yang diperoleh cukup terjamin kejernihannya bahkan dapat di olah dari air asin yang tidak dapat dilakukan dengan sistem biasa. Cara sederhana ialah dengan menempatkan air yang akan di uapkan di sebuah waskom atau penampung air yang memiliki permukaan cukup luas. Tutup dengan plastik transparan, seperti gambar.



Kemudian tinggal di panaskan dibawah matahari agar cepat terjadi penguapan, uap air yang berasal dari air di dalam waskom lama kelamaan akan jenuh dan pada plasitk transparan sebagai penutup waskom akan timbul titik-titik air, dengan mengatur sedemikian rupa agar plastik penutup tadi membentuk kerucut seperti segitiga terbalik maka titik-titik air tadia akan jatuh tepat di tempat penampungan air di dalam waskom. Titik- titik air akan semakin cepat terbentuk bila dibagian atas plastik di aliri air sebagai pendingin. Cara ini yang banyak digunakan orang untuk bertahan ditengah laut ketika yang ada hanya air laut.

4. Untuk memperoleh air bersih jika dihutan

Ketika kehabisan air ditengah hutan tentu kita akan mencari sumber air ! Dihutan yang begitu lebat tentu keadaan bisa menjadi tidak mudah untuk menemukan sumber air. Cara mereka yang pernah bertahan di rimba untuk memperoleh air bersih salah satunya adalah dengan memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang mengandung air. Misalnya memanfaatkan air gutasi, yaitu air yang keluar dari ujung-ujung daun misalnya bangsa talas-talasan akan mengeluarkan tetes-tetes air saat malam dan pagi hari.

Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman facebook anda !
Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar