Memasak Dalam kondisi darurat

Memasak Dalam Keadaan Darurat

Kejadian tak terduga bisa menimpa siapa saja,tak peduli yang siap maupun yang tidak siap. Seringkali masalah-masalah sepele menjadi rumit di kala keadaan yang tidak bersahabat. Berikut pengalaman yang bisa saya bagi buat anda sebagai pengetahuan agar jika suatu saat berada pada kondisi yang tidak bersahabat tersebut.

Kegiatan alam seperti camping, tracking, dan pendakian banyak digemari sekarang ini, namun tidak sedikit dari mereka banyak yang tersesat, dan bahkan berakhir dengan maut. Kejadian seperti ini tentu tidak kita harapkan bahakan membayangkannya pun enggan. Bagi mereka yang hobi kegiatan-kegiatan yang menguji nyali tersebut tentunya sebelum terjun sudah siap fisik maupun mental, nah bagaimana buat anda yang sama sekali tidak pernah mendapatkan latihan survive, dan bahkan tidak pernah ikut kegiatan pramuka? Tips berikut mungkin akan berguna.

Salah satu hal penting dalam kegiatan alam atau di manapun adalah makan dan tentu saja untuk makan kita perlu memasak. Jadi api adalah elemen penting yang tidak boleh kita lupakan saat bertualang. Dengan menggunakan api kita dapat menghindarak diri dari binatang buas, menghangatkan tubuh saat malam, memasak makanan, memberi isyarat, dan sebagainya. Bagi petualang tentu sudah menyiapkan bekal-bekal ini dan salah satunya adalah beras untuk makan.

Memasak di alam atau dalam keadaan darurat tentu tidak seperti memasak dirumah, mengingat perjalanan yang umumnya sulit dan jauh tentu peralatan yang dibawa akan seminimal atau seefektif dan seefesien mungkin. Pada posting sebelumnya telah dibahas cara memasak menggunakan batang bambu, namun memasak dengan cara itu akan dapat di laksanakan jika tersedia air bersih. Sekarang bagaimana jika anda kekurangan air bersih? Sebagai contoh jika basecamp anda berada di dekat sungai yang ada akifitas tambang di bagian hulu. Tentu air sungai akan keruh dan tidak dapat digunakan untuk memasak. Sedangkan air bersih hanya cukup untuk minum ! Langkah berikut adalah salah satu solusinya.

1. Siapkan beras dan panci/alat untuk merebus air
2. Basahi beras dengan air secukupnya
3. Masukan beras kedalam beberapa kantong plastik kurang lebih separuhnya, kemudian ikat kantong plastik agak longgar (sebelumnya kosongkan udara di dalamnya).
4. Siapkan tempat untuk merebus (panci atau cerek)
5. Isi paci atau cerek dengan menggunakan air sungai yang keruh
6. Rebus beras dalam kantong plastik yang sudah dimasukan kedalam panci/cerek
7. Jika sudah cukup lama air di dalam panci mendidih, angkat kantong plstik berisi beras dan periksa apakah beras didalam kantong plastik sudah matang.

Satu hal yang perlu di perhatikan adalah, cara memasak ini untuk menghindari beras yang kita masak terkontaminasi/kontak langsung dengan air sungai yang keruh atau berlumpur untuk menghemat persediaan air bersih. Semoga bermanfaat.


Jika menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan share ke teman-teman facebook anda !
Share

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar